Wednesday, June 3, 2009

Rasulullah SAW dengan sebiji limau.


"Suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita kafir. Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk baginda. Cantik sungguh buahnya.Siapa yang melihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan oleh Rasulullah SAW seulas demi seulas dengan tersenyum. Biasanya Rasulullah SAW akan makan bersama para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak seulas pun limau itu diberikan kepada mereka. Rasulullah SAW terus makan. Setiap kali dengan senyuman, hinggalah habis semua limau itu. Kemudian wanita itu meminta diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari baginda. Sahabat-sahabat agak hairan dengan sikap Rasulullah SAW itu. Lalu mereka bertanya. Dengan tersenyum Rasulullah SAW menjelaskan "Tahukah kamu, sebenarnya buah limau itu terlalu masam semasa saya merasainya kali pertama. Kiranya kalian turut makan bersama, saya bimbang ada di antara kalian yang akan mengenyetkan mata atau memarahi wanita tersebut. Saya bimbang hatinya akan tersinggung. Sebab tu saya habiskan semuanya." Begitulah akhlak Rasulullah SAW. Baginda tidak akan memperkecil-kecilkan pemberian seseorang biarpun benda yang tidak baik, dan dari orang bukan Islam pula. Wanita kafir itu pulang dengan hati yang kecewa. Mengapa? Sebenarnya dia bertujuan ingin mempermain-mainkan Rasulullah SAW dan para sahabat baginda dengan hadiah limau masam itu. Malangnya tidak berjaya. Rancangannya di'tewas'kan oleh akhlak mulia Rasulullah SAW.

Tuesday, June 2, 2009

KISAH BABI DAN KERBAU

Diceritakan didalam sebuah hutan nie tinggal la berbagai-bagai jenis binatang.. Ada pun dalam banyak-banyak binatang nie terdapat dua sahabat karib iaitu seekor anak babi dan seekor anak kerbau..

Pada suatu petang, sedang mereka melepak-lepak di sebuah taman hutan,

Babi : Eish, boring la plak kan kerbau..
Kerbau : A’Ah, boring betul.. Kau pikir ape yang patut kite buat agar hilang boring kiter nie..
Babi : Ha, aku ade satu cadangan. Ape kate kite melukis. Kau lukis muke aku dan aku lukis muke kao.
Kerbau : Hm, ok gak. First ko lukis muke aku dulu pastu aku plak lukis muke kau.
Babi : Ok. Kau dok diam2..

5 minit kemudian……

Babi : Hah, dah siap, nah..
Kerbau : Wa lawa nya kau lukis.. Ok sekarang aku plak lukis muke kau..

Maka anak kerbau pun mula melukis muke anak babi..
5 minit kemudian…

Kerbau : Nah dah siap muke kau yang lawa ni..
Babi : (Muke tetiba jadi merah)(lalu marah kat anak kerbau)Ape yang kau lukis nie Kerbau???
Kerbau : La betul la ape yang aku lukis tu.(Kerbau tak puas hati)
Babi : Nie bukan muke aku… Nie muke BABI..

Memang biasa dalam kehidupan ni. Orang bodoh tak pernah mau mengaku kebodohan mereka.....

ANTARA KEKASIH DAN KAWAN


Ramai orang mengutamakan KAWAN dari
KEKASIH...
dan ada juga mengutamakan
KAWAN kerana KEKASIH...
ANDA tergolong dari yang mana...???

hadirnya seorang KEKASIH sejati sebagai pelengkap kehidupan dan mengisi kekosongan hati ...
hadirnya KAWAN sebagai sahabat sejati ...
berkongsi segala suka duka dan teman sepermainan dan belajar ....

Antara KAWAN dan KEKASIH Yang mana harus
dipilih..?
KAWAN pengubat kesunyian,
KEKASIH penyembuh kelukaan.

Antara KAWAN dan KEKASIH yang mana harus
didahulukan. .?
KAWAN tempat mengadu,
KEKASIH tempat bermadu.

Antara KAWAN dan KEKASIH Keduanya tak bisa
disisih...
KAWAN menghulurkan bantuan
KEKASIH menghulurkan sokongan.

Antara KAWAN dan KEKASIH Keduanya diperlukan.. .
KAWAN sekuntum senyuman,
KEKASIH sepenuh perhatian

Antara KAWAN dan KEKASIH Bilakah akan bersatu...?
KAWAN sejujur kata,
KEKASIH setulus setia
KEKASIH silih berganti Kerana tiada kesefahaman. . tetapi KAWAN sentiasa disisi mendengar masalah dan mengambil berat tentang diri kita

JIKA KAWAN itu KEKASIH...
dan KEKASIH itu KAWAN...
perlu lah dihadiahkan
"Sedalam lautan Setinggi kayangan"
kerana
"Kasih sayang tiada sempadan"
tapi sayang...
KEKASIH tetap KEKASIH...
KAWAN tetap KAWAN...
perbezaannya terlalu ketara..
tapi keadaannya tetap sama..

BY: blalang_group

Tuesday, May 26, 2009

APAKAH WANITA ITU JAHAT DALAM SEGALANYA

PERTANYAAN

Dalam buku Nahjul Balaghah karangan Amirul-Mukminin Ali bin
Abi Thalib r.a terdapat suatu keterangan:

"Wanita itu jahat dalam segalanya. Dan yang paling
jahat dari dirinya ialah kita tidak dapat terlepas
dari padanya.

Apakah arti yang sebenarnya (maksud) dari kalimat tersebut?
Apakah hal itu sesuai dengan pandangan Islam terhadap
wanita? Saya mohon penjelasannya. Terima kasih.

JAWAB

Ada dua hal yang nyata kebenarannya, tetapi harus dijelaskan
lebih dahulu, iaitu:

Pertama, yang menjadi pegangan atau dasar dari
masalah-masalah agama ialah firman Allah swt. dan sabda Nabi
saw, selain dari dua ini, setiap orang kata-katanya boleh
diambil dan ditinggalkan. Maka, Al-Qur'an dan As-Sunnah,
kedua-duanya adalah sumber yang kuat dan benar.

Kedua, sebagaimana telah diketahui oleh para analis dan
cendekiawan Muslim, bahwa semua tulisan yang ada pada buku
tersebut di atas (Nahjul Balaghah), baik yang berupa
dalil-dalil atau alasan-alasan yang dikemukakan, tidak
semuanya tepat. Diantara hal-hal yang ada pada buku itu
ialah tidak menggambarkan masa maupun pikiran serta cara di
zaman Ali r.a.

Oleh sebab itu, tidak dapat dijadikan dalil dan tidak dapat
dianggap benar, karena semua kata-kata dalam buku itu tidak
ditulis oleh Al-Imam Ali r.a.

Didalam penetapan ilmu agama, setiap ucapan atau kata-kata
dari seseorang, tidak dapat dibenarkan, kecuali disertai
dalil yang shahih dan bersambung, yang bersih dari
kekurangan atau aib dan kelemahan kalimatnya.

Maka, kata-kata itu tidak dapat disebut sebagai ucapan Ali
r.a. karena tidak bersambung dan tidak mempunyai sanad yang
shahih. Sekalipun kata-kata tersebut mempunyai sanad yang
shahih, bersambung, riwayatnya adil dan benar, maka wajib
ditolak, karena hal itu bertentangan dengan dalil-dalil dan
hukum Islam. Alasan ini terpakai di dalam segala hal
(kata-kata) atau fatwa, walaupun sanadnya seterang matahari.

Mustahil bagi Al-Imam Ali r.a. mengatakan hal itu, dimana
beliau sering membaca ayat-ayat Al-Qur'an, di antaranya
adalah:

"Wahai sekalian manusia! Bertakwalah kepada
Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang,
yang kemudian darinya Allah lantas menciptakan
istrinya, dari keduanya Allah mengembangbiakkan
laki-laki dan wanita yang banyak ..." (Q.s.
An-Nisa': 1)

"Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya
(dengan firman-Nya): 'Bahwa sesungguhnya Aku tiada
mensia-siakan amal orang-orang yang beramal di
antara kamu, baik laki-laki maupun wanita,
(karena) sebagian darimu adalah keturunan dari
sebagian yang lain ..." (Q.s. Ali Imran: 195).

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah
Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu
sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram
kepadanya, dan Allah menjadikannya diantara kamu
rasa kasih dan sayang ..." (Q.s. Ar-Ruum: 21).

Masih banyak lagi di antara ayat-ayat suci Al-Qur'an yang
mengangkat dan memuji darjat kaum wanita, disamping kaum
laki-laki. Sebagaimana Nabi saw. bersabda:

"Termasuk tiga sumber kebahagiaan bagi laki-laki
ialah wanita salehat, kediaman yang baik dan
kendaraan yang baik pula." (H.r. Ahmad dengan
sanad yang shahih).

"Di dunia ini mengandung kenikmatan, dan
sebaik-baik kenikmatan itu adalah wanita yang
salehat." (H.r. Imam Muslim, Nasa'i dan Ibnu
Majah).

"Barangsiapa yang dikaruniai oleh Allah wanita
yang salehat, maka dia telah dibantu dalam
sebagian agamanya; maka bertakwalah pula kepada
Allah dalam sisanya yang sebagian."

Banyak lagi hadis-hadis dari Nabi saw. yang memuji wanita;
maka mustahil bahwa Ali r.a. berkata sebagaimana di atas.

Sifat wanita itu berbeda dengan sifat laki-laki dari segi
fitrah; kedua-duanya dapat menerima kebaikan, kejahatan,
hidayat. kesesatan dan sebagainya.

Firman Allah swt. dalam Al-Qur'an,

"Jiwa dan penyempurnaannya (ciptaannya); maka
Allah mengilhamkan pada jiwa itu (jalan) kefasikan
dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang
yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya
merugilah orang yang mengotorinya." (Q.s.
Asy-Syams: 7-10)

Mengenai fitnah yang ada pada wanita disamping fitnah yang
ada pada harta dan anak-anak, dimana hal itu telah
diterangkan di dalam Al-Qur'an dan dianjurkan supaya mereka
waspada dan menjaga diri dari fitnah tersebut.

Dalam sabda Rasulullah saw. diterangkan mengenai fitnahnya
kaum wanita, yaitu sebagai berikut,

"Setelah aku tiada, tidak ada fitnah yang paling
besar gangguannya bagi laki-laki daripada
fitnahnya wanita." (H.r. Bukhari).

Arti dari hadis di atas menunjukkan bahwa wanita itu bukan
jahat, tetapi mempunyai pengaruh yang besar bagi manusia,
yang dikhawatirkan lupa pada kewajibannya, lupa kepada Allah
dan terhadap agama.

Selain masalah wanita, Al-Qur'an juga mengingatkan manusia
mengenai fitnah yang disebabkan dari harta dan anak-anak.

Allah swt. berfirman dalam Al-Qur'an:

"Sesungguhnya harta-harta dan anak-anakmu adalah
fitnah (cobaan bagimu); dan pada sisi Allah-lah
pahala yang besar." (Q.s. At-Taghaabun: 15)

"Hai orang-orang yang beriman!Janganlah
harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikanmu
mengingat kepada Allah. Barangsiapa yang berbuat
demikian' maka mereka termasuk orang-orang yang
merugi." (Q.s. Al-Munaafiquun: 9).

Selain dari itu (wanita, anak-anak dan harta yang dapat
mendatangkan fitnah), harta juga sebagai sesuatu yang baik.

Firman Allah swt.:

"Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari
jenismu sendiri dan menjadikan bagimu dan
istri-istrimu itu, anak-anak dan cucu; dan
memberimu rezeki dari harta yang baik-baik ..."
(Q.s. An-Nahl: 72)

Oleh karena itu, dianjurkannya untuk waspada dari fitnah
kaum wanita, fitnah harta dan anak-anak, hal itu bukan
berarti kesemuanya bersifat jahat, tetapi demi mencegah
timbulnya fitnah yang dapat melalaikan kewajiban-kewajiban
yang telah diperintahkan oleh Allah swt.

Allah swt. tidak mungkin menciptakan suatu kejahatan,
kemudian dijadikannya sebagai suatu kebutuhan dan keharusan
bagi setiap makhluk-Nya.

Makna yang tersirat dari suatu kejahatan itu adalah suatu
bagian yang amat sensitif, realitanya menjadi lazim bagi
kebaikan secara mutlak. Segala bentuk kebaikan dan kejahatan
itu berada di tangan (kekuasaan) Allah swt.

Oleh sebab itu, Allah memberikan bimbingan bagi kaum
laki-laki untuk menjaga dirinya dari bahaya dan fitnah yang
dapat disebabkan dan mudah dipengaruhi oleh hal-hal
tersebut.

Diwajibkanjuga bagi kaum wanita, agar waspada dan
berhati-hati dalam menghadapi tipu muslihat yang diupayakan
oleh musuh-musuh Islam untuk menjadikan kaum wanita sebagai
sarana perusak budi pekerti, akhlak yang luhur dan bernilai
suci.

Wajib bagi para wanita Muslimat kembali pada kodratnya
sebagai wanita yang saleh, wanita hakiki, istri salehat, dan
sebagai ibu teladan bagi rumah tangga, agama dan negara.

---------------------------------------------------
Fatawa Qardhawi: Permasalahan, Pemecahan dan Hikmah
Dr. Yusuf Al-Qardhawi
Cetakan Kedua, 1996
Penerbit Risalah Gusti
Jln. Ikan Mungging XIII/1
Telp./Fax. (031) 339440
Surabaya 60177

Saturday, May 23, 2009

6 PEKARA ALLAH SEMBUNYIKAN

Allah SWT selesai menciptakan Jibrail as dengan bentuk yang cantik, dan
Allah menciptakan pula baginya 600 sayap yang panjang , sayap itu antara
timur dan barat (ada pendapat lain menyatakan124, 000 sayap). Setelah itu
Jibrail as memandang dirinya sendiri danberkata:

'Wahai Tuhanku, adakah engkau menciptakan makhluk yang lebih baik
daripada aku?.'

Lalu Allah swt berfirman yang bermaksud.. 'Tidak'

Kemudian Jibrail as berdiri serta solat dua rakaat kerana syukur kepada
Allah swt. dan tiap-tiap rakaat itu lamanya 20,000 tahun.

Setelah selesai Jibrail as solat, maka Allah SWT berfirman yang
bermaksud. 'Wahai Jibrail, kamu telah menyembah aku dengan ibadah yangbersungguh- sungguh, dan tidak ada
seorang pun yang menyembah kepadaku seperti ibadat kamu, akan tetapi di akhir
zaman nanti akan datang seorang nabi yang mulia yang paling aku cintai,
namanya Muhammad.' Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa, sekiranya
mereka itu mengerjakan solat dua rakaat yang hanya sebentar sahaja, dan
mereka dalam keadaan lupa serta serba kurang, fikiran mereka melayang
bermacam-macam dan dosa mereka pun besar juga. Maka demi kemuliaannKu
dan ketinggianKu, sesungguhnya solat mereka itu aku lebih sukai dari solatmu
itu. Kerana mereka mengerjakan solat atasperintahKu, sedangkan kamu mengerjakan solat bukan atas perintahKu.'

Kemudian Jibrail as berkata: 'Ya Tuhanku, apakah yang Engkau hadiahkan
kepada mereka sebagai imbalan ibadat mereka?'

Lalu Allah berfirman yang bermaksud. 'Ya Jibrail, akan Aku berikan
syurga Ma'waa sebagai tempat tinggal...'

Kemudian Jibrail as meminta izin kepada Allah untuk melihat syurga
Ma'waa.Setelah Jibrail as mendapat izin dari Allah SWT maka pergilah Jibrail
as dengan mengembangkan sayapnya dan terbang, setiap dia mengembangkan dua
sayapnya dia boleh menempuh jarak perjalanan 3000 tahun, terbanglah malaikat
jibrail as selama 300 tahun sehingga ia merasa letih dan lemah dan akhirnya
dia turun singgah berteduh di bawah bayangan sebuah pohon dan dia sujud
kepada Allah SWT lalu ia berkata dalam sujud:

'Ya Tuhanku apakah sudah aku menempuh jarak perjalanan setengahnya, atau
sepertiganya, atau seperempatnya? '

Kemudian Allah swt berfirman yang bermaksud. 'Wahai Jibrail, kalau kamu
dapat terbang selama 3000 tahun dan meskipun aku memberikan kekuatan
kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti
yangtelah kamu lakukan, nescaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh
dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap
imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan.... .'

Marilah sama2 kita fikirkan dan berusaha lakukan... Sesungguhnya Allah
S.W.Ttelah menyembunyikan enam perkara iaitu :

* Allah S.W.T telah menyembunyikan redha-Nya dalam taat.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan murka-Nya di dalam maksiat.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan nama-Nya yang Maha Agung di dalamAl-Quran.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan Lailatul Qadar di dalam bulan Ramadhan.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan solat yang paling utama di dalam solat
(yang lima waktu).
* Allah S.W.T telah menyembunyikan (tarikh terjadinya) hari kiamat di dalam
semua hari.

Monday, May 18, 2009

BUAT LELAKI




Sejauh manakah anda, sebagai seorang suami menghargai amanah dan anugerah dari Allah SWT?

Sedangkan Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa wanita, hati, fikiran dan perasaan lelaki akan resah. Tidak ada anehnya, sebab di situlah letaknya normal tidaknya seseorang lelaki. Itu kita, sekuat manapun kita, tanpa wanita siapalah kita.

Apa lagi yang tidak ada di Syurga, namun Nabi Adam a.s. tetap rindukan seorang teman. Itu alangkan Nabi. Betapa kita tidak mahu mengakui kita amat memerlukan wanita di sisi kita. Allah telah memberikan Nabi Adam a.s. sebaik-baik teman, Siti Hawa. Allah juga mungkin telah memberikan sebaik-baik teman iaitu isteri kita sekarang ini.

Kerana adanya wanita, kita ada seseorang untuk dipanggil isteri. Kerana adanya wanita, kita dilahirkan oleh seseorang yang boleh kita panggil ibu. Kalau rezeki kita baik, kita ada anak yang boleh dipanggil puteri. Mereka semua adalah wanita. Mereka menjadi penyeri kepada kehidupan kita.

Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau kita sendiri yang tidak lurus, tidak mungkin kita mampu hendak meluruskan mereka. Tidak logik kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus.

Wanita diperlukan, tetapi kejadian mereka yang berbeza dengan struktur tubuh kita, menjadikan wanita unik dan istimewa. Menjadi tanggungjawap kita meluruskan mereka. Dengan apa? Dengan harta, dengan kedudukan, dengan pangkat atau dengan nama? Semuanya itu mungkin selagi meniti dia atas petunjuk Ilahi.

Didiklah wanita dengan panduan daripada-Nya. Isteri bukan untuk dizalimi, bukan juga untuk diperhambakan. Ibu bukan untuk dipersia tetapi dihormati dan diagungkan, sesuai dengan jasa dan kedudukannya terhadap ktia. Anak gadis untuk diperlihara, dilindungi dan diberikan keselesaan hidup semampu kita. Mereka semua adalah teman untuk perjuangan hidup kita. Tatkala kita sudah tidak berupaya, merekalah yang kita dambakan, tatkala kita berkuasa sudah sepatutnya mereka kita lindungi.

Kenalkan mereka kepada Allah, zat yang kekal, di situlah suisnya untuk menundukkan mereka kepada Allah, kita sendiri perlu lebih dahulu kenal dengan-Nya. Allah adalah tempat untuk mengadu. Kita ambil seorang isteri atas kalimah Allah, dia adalah amanah untuk kita pelihara dan jaga.

Jika akalnya setipis rambut, tebalkan dengan ilmu. Jika perasaannya selembut sutera, hiasilah dengan akhlak dan kasih sayang. Suburkanlah kerana dari situlah nanti mereka akan nampak nilaian dan keadilan tuhan. Bisikkan ke telinga mereka, kelembutan bukan suatu kelemahan.

Tanpa ilmu, iman, akhlak dan kasih sayang, mereka bukan sahaja tidak boleh diluruskan, bahkan mereka pula membengkokkan. Lebih ramai lelaki yang dirosakkan oleh perempuan daripada perempuan yang dirosakkan oleh lelaki. Sebodoh-bodoh perempuan pun boleh menundukkan sepandai-pandai lelaki. Di situlah hebatnya wanita yang perlu kita ketahui. Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal tuhan. Bila mereka derhaka, dunia lelaki akan huru-hara. Bila tulang rusuk patah, rosaklah jantung, hati dan limpa.

Wahai lelaki, jangan mengharap ketaatan tetapi binalah kepimpinan. Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah, pimpinlah diri sendiri kepada-Nya. Jinakkan diri dengan Allah, nescaya akan jinaklah segala-galanya di bawah pimpinan kita.

Rasulullah s.a.w. bersabda, "Sesiapa yang memelihara tiga orang anak perempuan, dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia berbuat baik kepada mereka, memberikan pendidikan kepada mereka dan mengahwinkan mereka, maka dia berhak masuk ke dalam syurga." (Hadis riwayat Abu Dawud dan Ibn Hibban)

Sumber: Dr. HM Tuah

Saturday, May 16, 2009

DAN

Tak perlu mencari teman secantik BALQIS,
Jika diri tak seindah SULAIMAN,

Mengapa mengharap teman setampan YUSUF,
Jika kasih tak setulus ZULAIKHA,

Tak perlu diri menjadi seteguh IBRAHIM,
Jika tak sekuat SARAH,

Mengapa didamba teman hidup seistimewa KHADIJAH,
Jika diri tak sesempurna RASULULLAH S.A.W,